Postingan

Ketertarikan Penulis Pada Desain Logo Monogram & Ambigram

Gambar
  A. Latar Belakang Logo adalah sebuah tulisan, sketsa, atau gambar yang mempunyai makna tertentu dan bisa mewakili identitas atas suatu bentuk entitas, seperti lembaga, organisasi, perusahaan, daerah, negara, atau produk. Biasanya, suatu logo mengandung filosofi tertentu dan kerangka dasar berbentuk konsep yang bertujuan guna menciptakan sifat mandiri. Selain itu, setiap bentuk logo juga wajib mempunyai suatu ciri khas tertentu untuk membedakan logo yang satu dengan logo yang lainnya, baik itu dari segi bentuk maupun warnanya. Suatu logo yang digunakan akan menggambarkan kualitas seperti yang disimbolkan, seperti adanya pendekatan budaya perusahaan, penempatan posisi penting, atau aspirasi dari perusahaan itu sendiri. Kesimpulannya, pengertian logo adalah suatu instrumen yang menggambarkan harga diri dimana seluruh nilainya bisa mewujudkan citra yang baik dan mampu dipercaya. Suatu logo akan membuat masyarakat mengingat dan mengenal suatu bentuk entitas tanpa harus membaca deskrip...

Analisis Semiotika Makna Islam Dalam Film Pengabdi Setan

Gambar
  PENDAHULUAN A. Latar Belakang      Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang komunikasi, membuat masyarakat dan para komunikator semakin dipermudah dalam menyampaikan sebuah pesan. Terlebih, media-media komunikasi pun turut serta berkembang di era modern ini, baik secara visual maupun audiovisual. Dengan adanya perkembangan teknologi media komunikasi yang terus berinovasi, dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh setiap orang sebagai media untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Terlebih lagi, perkembangan media komunikasi yang semakin canggih ini, dapat kita manfaatkan sebagai medium untuk menyampaikan pesan dakwah serta syiar-syiar Islam kepada sesama umat muslim.      Film merupakan salah satu produk media komunikasi, yang berfungsi untuk menyampaikan pesan. Film adalah teknik audio visual yang sangat efektif dalam mempengaruhi penonton- penontonnya. Film merupakan kombinasi drama dengan paduan suara dan mu...

Objek Kajian Semiotika (LUKISAN KARYA S. SUDJOJONO)

Gambar
Pendahuluan  “Seni adalah jiwa ketok” (jiwa yang tampak). Kalimat ini adalah prinsip S. Sudjojono (1914-1986) dalam mendalami seni rupa terutama ditekankan pada muridmuridnya dalam membesarkan perkembangan seni rupa Indonesia di bawah organisasi yang dinamakan dengan PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia), didirikan pada tahun 1937 (Soedarso: 2000). Sudjojono disebut sebagai bapak seni rupa Indonesia atas sepak terjangnya dalam membina dan mengembangkan seni lukis di mana Indonesia dalam masa krisis sosial, politik, dan ekonomi. Salah satu lukisan yang menggambarkan suatu kondisi masyarakat di zaman S.Sudjojono berjudul ‘Kawankawan Revolusi’. Selintas lukisan ini menggambarkan tokoh-tokoh yang terkesan heroik dalam mengembangkan semangat perjuangan di segenap penjuru Bangsa Indonesia. Isi  Bentuk Formal : Lukisan ( Visual ) Penelitian ini bersandarkan pada analisis terhadap gambar-gambar tokoh yang terdapat dalam lukisan Sudjojono berjudul “Kawan-kawan Revolusi”. Oleh kare...

Review Penelitian tentang Estetika Seni Rupa dan Desain

1. Kajian Estetika Seni Lukis Objek Alam Karya Arfial Arsad Hakim Judul:  Kajian Estetika Seni Lukis Objek Alam Karya Arfial Arsad Hakim (2014) oleh Sigit Purwanto. Dalam artikel yang dimuat oleh Jurnal ISI Surakarta. Objek Kajian Seni Rupa dan Desain:  Kajian Seni Lukis ini tidak dapat lepas dari bagaimana proses pembuatan karya seni khususnya seni lukis, proses penciptaan karya seni disebut juga proses kreatif, pada hakekatnya proses membuat sesuatu yang sebelumnya sudah ada dan berupaya keras menampilkan sesuatu yang lain sehingga melahirkan suatu realitas baru, yang kemudian diakui publik sebagai hasil ciptaanya. pada hakikatnya proses belajar, proses berpikir, dan proses kreasi adalah nama yang berbeda bagi proses yang sama, yaitu proses imajinasi. Seni lukis karya Arfial Arsad Hakim yang bertemakan alam merupakan suatu kesatuan yang utuh, telah mengalami pengolahan bentuk yang khas baik dari ide maupun teknik melukis Arfial Arsad Hakim.  Pendekatan:  Untuk memb...

SEMIOTIKA : Penanda dan Petanda

Gambar
SEMIOTIKA   Menurut Zoest (dalam Pilliang, 1999:12), semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda, berfungsinya tanda, dan produksi makna. Tanda merupakan sesuatu yang bagi seseorang berarti sesuatu yang lain. Segala sesuatu yang dapat diamati atau dibuat teramati dapat disebut tanda. Karena itu, tanda tidaklah terbatas pada benda. Adanya peristiwa, tidak adanya peristiwa, struktur yang ditemukan dalam sesuatu, suatu kebiasaan, semua ini dapat disebut tanda. Penanda (Signifier) dan Petanda (Signified) dalam kehidupan sehari-hari Pembahasan pokok pada teori Saussure yang terpenting adalah prinsip yang mengatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem tanda, dan setiap tanda itu tersusun dari dua bagian, yaitu signifier (penanda) dan signified (petanda). Tanda merupakan kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifer) dengan sebuah ide atau petanda (signified). Dengan kata lain, penanda adalah “bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”. Jadi, penanda adalah aspek material d...

Kajian Interdisiplin Dalam Penelitian Pendidikan Seni Rupa

Seni Bahasan tentang seni akan menempatkan ekspresi seni sebagai suatu komponen yang senantiasa ada sebagai sebuah kebutuhan hakiki manusia. Menurut Ralp. A Smith (1989:7) ekspresi-ekspresi dalam kehidupan manusia tidak semata-mata bahasa, mitos, kepercayaan, sejarah, dan ilmu pengetahuan, tetapi juga seni. Seni tersebut merupakan komponen penting dalam kebudayaan dan selayaknya terintegrasi dalam aktivitas kehidupan manusia. Seni, pendidikan, dan pendidikan seni rupa merupakan suatu bidang yang unik, berbeda dengan bidang-bidang yang lain. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, bidang seni beranjak menuju kajian ilmiah/akademik yang menjunjung tinggi asas kejujuran, tanggung jawab, dan kebenaran. Hal ini dalam rangka menegaskan posisi dan potensi bidang seni dalam peta ilmu pengetahuan. Pembahasan tentang seni akhirnya tidak terbatas pada pembahasan estetik-formal (intraestetik) namun juga pembahasan aspek-aspek di luar karya yang melatarbelakangi kemunculan karya tersebut ...